Rumi Sufi

0
Mengingat Kembali Peringatan 800 Tahun Rumi Diberbagai Negara
Peringatan Kematian Rumi di Turki
Penyanyi kenamaan Iran Abdul-Hossein Mokhtabad membawakan kidung tradisional Persia dalam konser yang digelar di Konya, Turki, untuk memperingati kematian Rumi, penyair mistis besar Turki.

Penyanyi kawakan Iran lain seperti Shahram Nazeri juga tampil pada acara yang selalu menjadi daya tarik wisatawan itu.

Maulana Muhammad Jalaluddin Balkhi atau yang dikenal sebagai Jalaluddin Rumi adalah penyair besar Persia abad ke-13 yang lahir pada 30 September 1207 di Afganistan dan meninggal dunia pada 17 Desember 1275 di Konya.

Setiap tahun pada tanggal 15 Desember upacara diadakan di Konya, Anatolia, untuk memperingati kematian penyair sufi itu.

Sebagai penyair, ahli hukum, teolog, dan sufi mistik, karya-karya Rumi dianggap melampaui batas-batas wilayah dan etnis. Puisi-puisinya telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan dialihkan ke dalam berbagai format. Pada tahun 2007, ia digambarkan sebagai "penyair paling populer di Amerika." (ANTARA News)

Peringatan 800 Tahun Rumi di Gedung Kesenian Jakarta

Peringatan 800 tahun kelahiran filsuf dan pujangga, Maulana Jalaluddin Rumi digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Tahun yang sangat istimewa bagi Rumi dan para pengagumnya yang tersebar di kolong langit ini. Lembaga pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNESCO menetapkan tahun 2007 sebagai "Tahun Rumi". 

UNESCO menilai Rumi menyiarkan toleransi, akses ke pengetahuan melalui cinta. Hubungan mistisnya dalam Islam menghasilkan karya besar (masterpiece) yang melampaui batas negara Turki (tempat Rumi tinggal dan meninggal) menandai budaya dan ketaatan Islam. Karya-karyanya dari Divan-i Syams-i Tabriz, Mastnawi hingga Fihi ma Fihi memiliki relevansi dengan nilai-nilai universal, hingga zaman modern.

Rumi mengajarkan doktrin toleransi tak terbatas, sikap positif, kebaikan, kedermawanan dan kesadaran melalui cinta. Bagi Rumi dan murid-muridnya, semua agama adalah benar dan pengajarannya yang penuh toleransi dan perdamaian menarik semua kalangan dari berbagai sekte dan aliran. Beberapa kalangan menyebut ajaran-ajaran Rumi itu sebagai "agama cinta" atau madzab cinta dalam tradisi mistisisme Islam.

Dalam peringatan bertajuk "Malam Rumi 2007" di GKJ, penonton dimanjakan serangkaian puisi-puisi gubahan Rumi hingga tari berputar para Darwish (The Whirling Dervishes). Taufiq Ismail, Abdul Hami WM, Felia Salim, Debra Yatim, Riri P. Dewi, Astrid Darmawan membacakan puisi-puisi Rumi yang mengalunkan irama cinta kepada Sang Khalik, Allah SWT. Tak lupa sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan, Mulyadi Kartanegara, Komaruddin Hidayat atau Haidar Bagir membacakan esai-esai tentang Rumi.

Yang paling kontekstual, ketika Mulyadi Kartanegara mengingatkan ajaran-ajaran Rumi ihwal cinta kepada semesta alam dan lingkungan. Menurutnya, dalam hidup Rumi, tokoh sufi kelahiran Balkh (Afganistan), 30 September 1207 itu, selalu mengimbau agar terjadi harmoni antara bumi dan langit. Di mata Rumi, bumi adalah "perempuan", sedangkan langit adalah "pria". Keduanya, saling melengkapi dan membutuhkan.

Namun, manusia modern, ujar Mulyadi, kerap kali mengeksploitasi alam di luar batas. Kebanjiran dan tsunami yang belakangan tahun menyelimuti bumi, lantaran manusia tidak mencintai alam seperti diajarkan Rumi. Manusia sibuk menebang hutan di luar batas, tanpa mempertahankan keseimbangan ekosistem hutan. Akibatnya, banjir menjadi pemandangan lumrah di tanah air. Sebait puisi Rumi merangkumnya, "ketika alam tidak dicintai, ia akan runtuh". (Liputan 6)

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Rumi Sufi Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:





Terima kasih telah membaca Mengingat Kembali Peringatan 800 Tahun Rumi Diberbagai Negara | Silahkan share Mengingat Kembali Peringatan 800 Tahun Rumi Diberbagai Negara melalui media sosial. Untuk menyimak posting terbaru silahkan Like Facebook :
| Twitter : | Youtube Channel:
Info :
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Disqus

 
Top